First Post: Our Journey of Coffee Begin

Halo Medaaannn... Mana suaranyaaaa...

Senang sekali rasanya kami akhirnya bisa menyapa sobat kopi di medan tercinta ini.

Kami ingin mengucapkan banyak banyak terima kasih untuk Anda semua khususnya para pecinta kopi dan pelaku industri kopi.

Kini ngopi di kota Medan, akan menjadi lebih baik, lebih maju, dannnn... lebih nikmat lagi...


Karena kami Kedai Awak akan melaunching project coffee shop pertama kami yaitu Awak Coffee.

Karena ini adalah posting pertama kami di website ini, kami ingin memberikan beberapa informasi terkait Awak Coffee yang baru saja kami launching untuk semua kalangan pecinta kopi di Medan.


Perkenalan Awak Coffee

Awak Coffee adalah sebuah nama coffee shop yang didirikan tahun 2017 oleh Agung, Nugraha, dan Nabawi dan berlokasi di lantai 3 kedai awak.



Di tahun 2015, Tiga bersaudara ini telah membuat sebuah food festival bernama Kedai Awak yaitu cafe unik berbentuk seperti sebuah Festival Kuliner di jalan setia budi medan, daerah titi bobrok.

Setelah 2 tahun berdiri tepatnya di 2017 ini, Agung sang abang tertua merasakan sepertinya ada satu hal yang kurang di Kedai Awak ini. Apa itu?? Yeppp... KOPIIII...

Tadinya Kedai Awak memang difokuskan untuk kuliner makanan dan memang memprioritaskan makanan sebagai menu jualan. Artinya tempat ini fokus pada restorannya.

Di Kedai Awak sebenarnya sudah ada kopi, yaitu kopi saring ulee kareng Aceh. Tapi ya sekedarnya saja tidak terlalu fokus.

Namun, seiring jalannya waktu, Agung akhirnya punya ide untuk membuat coffee bar.  Maka timbullah keinginan untuk membangun Lantai 3 di Kedai Awak untuk dijadikan Coffee Shop bernuansa Pop Industrial.

Dan ide membuat coffeeshop ini sebenarnya terinspirasi dari cerita berikut ini...

Third Wave of Coffee

Sebagai peminum kopi yang aktif setiap hari, kami tiga saudara ini memang selalu suka melalak (jalan-jalan) dan mencari tempat ngopi baru, baik di medan atau pas sedang liburan atau urusan keluarga ke kota lain, kami kerap kali mencari warung kopi dari daerah tersebut, tempat nongkrong yang ramai, dan tempat-tempat hiburan yang asik.

Karena, biasanya ide-ide untuk usaha kuliner banyak kami temukan dari tempat warung kopi, selain itu bisa belajar bagaimana gaya nongkrong anak muda di kota kota tersebut.

Di tahun 2016, saat kami pergi ke Shenzen untuk liburan. Disanalah kami melihat bagaimana coffee scene begitu berkembang di negara tersebut.

Awalnya kami kira yang ramai itu coffee shop ala ala starbucks, ternyata, disana kedai kopi kecil-kecil lah yang ramai, dan kami pun mencoba mendatangi salah satu kedai kopi yg dekat dengan hotel kami.

Ini apaaaa ya??? Kok ramenya seru, toko roti, eh tapi wangi kopinya enakkk...

Kami pun langsung masuk ke tempat tersebut, tadinya kami kira toko roti, ternyata coffeeshop. Mulailah kami nongkrong sambil ngobrol panjang...

Lama kelamaan tempat yg kami datangi menjadi penuh sesak, padahal jam 11 malam, kalau di Medan, jam 11 sudah bukan jam rame lagi.. Dan kami pun melihat sekeliling, hebat ni kedai kopi makin malam makin rame...

Saya (agung) pun mulai melihat-lihat lokasi counter dan mulai mencari tau apa sih yg bikin rame, dan disanalah saya temukan bahwa kopi disini yg rame itu yg diseduh ternyata.

Ohhh itu yah v sixty yg pernah saya liat di youtube, kopi yang di seduh layaknya teh memakai filter kertas... Hmmm itu gimana ya rasanya...

Sepulang dari sana masih ada rasa penasaran luar biasa pengen mencobanya. Ada perasaan nyesel ga nyobain, tapi yasudah lah, jika nanti dicoba belum tentu juga saya suka. Coffee is always Personal.

Sampai akhirnya sebuah coffee shop baru bernama Partner.8 di jalan setia budi baru dibuka... lokasi tak jauh dari kedai awak yang kami kelola.

Bang Agung - Partner.8 via @partner.8


Disinilah awalnya kami mulai mulai coba coba kopi seduh v sixty (V60) ini. Dan mulai mencari tau apa sih ini dan kenapa bisa begini kopinya, dan ternyata dunia perkopian ini dinamakan Third wave Coffee. Yaitu coffee gelombang ketiga, yang mana kopi saat ini sudah mulai di ekstraksi secara manual, diroasting dengan profile2 berbeda untuk menemukan rasa-rasa yg lain dari kopi yg dulu kita kenal cuman pahit, yaitu rasa buah-buahan, floral, aroma-aroma serta rasa buah-buahan. Kerennnn!!!

Sampai di Partner.8 ini, saya bertemu dengan baristanya bernama Agung juga (samaan ternyata) dan mengobrol tentang bagaimana coffee yg diseduh menggunakan V60. Disini bang Agung ini bercerita tentang rasa kopi dan kopi kopi dengan rasa-rasa yg berbeda.

Selang 2 hari dari saya main ke tempat ini, saya pun cerita kepada nugraha adik saya dan mengajaknya ke Partner.8, kami pun kembali untuk ke 2 kalinya ingin mencoba banyak kopi kopi specialty lain.  Dan waktu itu sore hari yang cukup enak cuacanya... Pas buat ngopi v60.

Nugraha memesan Kopi yg floral, sementara saya sukanya yg lebih tebal dan pahit. Disini baru saya tau kalau ada istilah V60, Kalita Wave dan dripper2 lain. Ternyata beda dripper (penyeduh) beda juga ketebalan rasa. Begitulah penjelasan bang agung saat membuat order kopi kami.

Sejak kedatangan kami kesini, saya dan nugraha benar-benar jatuh cinta sama kopi manual brew v60 ini...

Dan sayapun mulai bolak balik ke Partner.8 ini untuk mencicipi kopi 3rd wave lainnya. Dari bang Agung saya mulai belajar tentang apa sebenarnya barista, seperti apa pelayanannya, bagaimana harusnya kopi itu dipelajari dari hulu ke hilir, dan mulailah saya benar-benar jatuh cinta sama kopi specialty.

Artinya dari hulu ke hilir kopi bisa dipelajari dan ada koneksi yang luarbiasa disana, tanpa kehlian barista kopi yg diroasting dengan baik tidak akan keluar rasanya, tanpa di roasting dengan benar, biji kopi yang bagus pun tidak akan enak rasanya, dan tanpa pemetikan serta proses pengeringan yang baik, maka tidak akan ada Kopi yang Enak.

Artinya semuanya dari hulu ke hilir Barista - Roaster - Pemetik - Petani semuanya harus saling mendukung untuk menciptakan KOPI YANG ENAK dan taklupa juga PEMINUM kopi juga harus mendukung mereka untuk terciptanya Kemajuan Perkopian di Indonesia.

disinilah kami mulai punya ide untuk memulai sebuah misi yang kami tau tak mudah tapi sangat mungkin, yaitu Connecting Coffee atau Mengkoneksikan Kopi, dari Petani sampai ke Pelanggan.

dan agar misi ini tercapai, kami pun memulai dengan membuka Awak Coffee.

Our Coffee Journey Starts here...

No comments :

Post a Comment